Sigap Angkat Pilu Palu



Views : 2772 - 02 October 2018, 05:00 WIB

IMPITAN dampak bencana bisa dengan mudahnya menimbulkan rasa putus asa dan menghilangkan kesabaran. Apalagi ketika bantuan bahan kebutuhan pokok tidak kunjung datang akibat prasarana dan sarana yang lumpuh. Hal itu yang dialami sebagian besar penduduk Palu, Donggala, dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bantuan kebutuhan pokok dari berbagai pihak sudah mulai masuk ke Palu. Namun, pendistribusiannya masih jauh dari harap¬an. Warga pun mulai resah. Sebagian tidak mampu menahan kesabaran dan menyerbu toko-toko yang tutup untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok. Kondisi seperti itu bisa memburuk hingga menimbulkan kekacauan dalam skala yang lebih besar.

Warga mesti ditenangkan sebab kondisi yang kacau justru akan semakin menyulitkan penanganan dampak gempa. Tidak mudah memang menenangkan warga agar mereka bersabar menunggu bantuan. Salah satu yang bisa dilakukan ialah menunjukkan kepada mereka bahwa pemerintah beserta jajarannya dan segenap relawan tengah berupaya keras mempercepat distribusi bantuan.

Ketika sampai ada warga yang memohon-mohon untuk mendapatkan pangan dan bantuan lainnya ke posko TNI dan relawan, tentu wilayah tempat mereka mengungsi bisa diakses. Mereka selayaknya segera direspons dengan bahan kebutuhan pokok yang paling mendesak, seperti pangan dan medis.

Dari sisi jumlah bantuan, kita berharap tidak sampai timbul kekhawatiran akan tidak mencukupi. Dari dalam negeri, pemda-pemda di beberapa daerah spontan mengirimkan bantuan ke Palu. Begitu pula dari masyarakat dan badan usaha yang menyalurkan melalui berbagai aksi penghimpunan donasi.

Dari luar negeri, sebanyak 18 negara telah menawarkan bantuan dan segera mengirimkannya begitu mendapat lampu hijau dari pemerintah Indonesia. Dalam menanggapi itu, kendati sebelumnya menyatakan tidak memerlukan bantuan luar negeri, pemerintah akhirnya memutuskan membuka diri untuk menerima bantuan dari negara-negara lain.

Kini yang masih dinantikan ialah solusi paling efektif untuk mendistribusikan bantuan secepat mungkin ke tempat-tempat pengungsian, termasuk daerah yang tersisolasi. Kita patut mengapresiasi TNI dan Basarnas yang bekerja siang dan malam untuk menembus wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat gempa. Sejauh ini diketahui pula terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Sigi terisolasi oleh tanah longsor yang dipicu gempa. Hingga hari keempat kemarin, wilayah tersebut belum bisa tertembus.

Di saat akses melalui darat masih diupayakan, pemerintah membuka opsi pengirim¬an bantuan melalui jalur udara. Alangkah baiknya bila kemudian dapat digunakan helikopter untuk mengedrop makanan siap makan dan obat-obatan lewat udara. Koordinasi bantuan pun diperlukan agar distribusi dapat dilakukan secara merata.

Bagi para pengungsi, yang paling mendesak ialah bagaimana mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Bila bantuan pertama sudah datang, setidaknya itu bisa menerbitkan harapan dan memperpanjang kesabaran para korban. Sangat penting meyakinkan mereka bahwa bantuan segera datang dan semua pihak sedang bekerja keras untuk mewujudkannya.

Dari segenap rakyat Indonesia, kita berharap empati yang tidak terputus. Dengan solidaritas yang kuat, bahu-membahu membantu meringankan beban derita para korban. Saudara-saudara di Palu, Donggala, dan sekitarnya, kalian tidak sendiri.

 

BACA JUGA
BERITA LAINNYA